,

Selebritis Dengan Gaya Hidup Diet Kantong Plastik

DKP – Tokoh masyarakat (public figure) memiliki daya tarik tersendiri untuk membuat perubahan dalam suatu gaya hidup pada masyarakat. Demikian pula gaya hidup yang dijalani oleh public figure tersebut bisa mempengaruhi orang lain. Selebritis, yang juga merupakan bagian dari public figure, dengan banyaknya basis fans tersendiri bisa mempengaruhi mereka dalam pemilihan gaya hidup tertentu. Tak sedikit dari selebritis tersebut yang ternyata sudah bergaya hidup ramah lingkungan, salah satunya dalam upaya pengurangan penggunaan kantong plastik.

Dia adalah Hannah Al Rashid, aktris film, model, dan juga mantan VJ MTV, yang sudah dididik untuk tidak menggunakan kantong plastik sedari masih usia dini oleh ibunya. Kebiasaan itu pun berlanjut hingga dewasa, yang membuat Hannah tidak menemukan tantangan dalam bergaya hidup diet kantong plastik. “Tantangan engga ada sih karena dari kecil sudah dibiasain sama mama untuk membawa tas sendiri kalau belanja”, tutur perempuan kelahiran 25 Januari 1986 ini yang ditemui via Twitter.

Pada saat ditemua via Twittalk minggu lalu, Hannah berujar bahwa mengurangi penggunaan plastik itu mudah. Terlebih lagi didukung dengan alat yang mempermudah, seperti foldable reusable bag. Hannah pun selalu mengingatkan diri sendiri bahwa penggunaan kemasan yang berlebihan dan plastik itu sangat merugikan.

“Kalau memang pakai kantong plastik, disimpan dan reuse them! Jangan dibuang begitu saja!”, tegas pemain film 3SUM ini.

-RN-

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).