Reuse Tour 2024 Hadirkan Pembelajaran Untuk Perluasan Praktik Guna Ulang di Asia

Jakarta, 13 Januari 2024. Timbulan sampah diproyeksikan akan meningkat sebesar 70% menjadi 3,4 miliar ton pada tahun 2050. Jika tidak ada tindakan signifikan yang dilakukan, hal ini akan menjadi ancaman yang besar bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup yang ada di bumi ini. Untuk dapat merespon potensi kerusakan ini, Dietplastik Indonesia dan Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) Asia Pasifik menyelenggarakan Reuse Tour 2024. Tour yang diikuti oleh anggota GAIA dari berbagai negara ini bertujuan untuk memperkuat semangat kolektif masyarakat global untuk mengedepankan gaya hidup dan sistem minim sampah sebagai solusi polusi plastik.

Reuse atau guna ulang adalah sebuah sistem. Untuk menciptakan sebuah sistem, tentunya kita tidak dapat bergerak sendiri. Kita membutuhkan banyak pihak yang terlibat untuk menciptakan sistem yang sempurna. Dietplastik Indonesia bekerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat sipil untuk dapat menciptakan sistem guna ulang yang mudah diakses dan diimplementasikan. Pada Reuse Tour kali ini, kami ingin menunjukkan kepada para peserta dari berbagai negara terkait sistem guna ulang yang sudah diimplementasikan di Indonesia. Kami berkunjung ke beberapa bisnis rintisan yang ada di Jakarta untuk mendapatkan pembelajaran terkait sistem guna ulang yang berhasil dibentuk dan dijalankan.” – Ucap Rahyang Nusantara selaku Deputy Director Dietplastik Indonesia.

Untuk mendukung sistem guna ulang agar mudah untuk dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dalam Reuse Tour ini Dietplastik Indonesia juga berkesempatan mengunjungi ALNER, sebuah bisnis rintisan yang memiliki proyek percontohan dengan menjual produk kebutuhan rumah tangga serta makanan ringan yang dapat dibeli di warung dan toko modern dengan kemasan guna ulang. 

“Dengan ALNER, kami menyediakan produk kebutuhan sehari-hari yang sifatnya inklusif, dapat diakses oleh semua orang. Kami menjual produk-produk secara daring ataupun luring, sehingga dapat diperoleh oleh konsumen yang terbiasa membeli barang di pasar tradisional maupun toko modern. Dan berbicara tentang kekhasan konteks Indonesia, warung adalah saluran berbelanja yang ada dimana-mana. Dengan ALNER, kami memfokuskan agar dapat bekerjasama dengan warung sebanyak mungkin, sehingga produk guna ulang ini dapat diakses dimanapun oleh siapapun, seperti halnya berbelanja di toko modern.” Jelas Darina selaku Enviu Zero Waste Living Lab Program Indonesia Lead.

Selain mengunjungi ALNER, Reuse Tour juga memberikan kesempatan untuk melihat langsung elemen penting dari bisnis guna ulang, yaitu proses pengumpulan, pencucian kemasan, dan pengisian kembali. Tiga proses yang menjadi elemen penting dalam bisnis guna ulang, diperoleh dari kunjungan peserta ke Kecipir, yang merupakan salah satu bisnis rintisan yang menjual produk pertanian dan pangan sehari-hari dengan mengedepankan bisnis yang berkelanjutan. Kecipir sudah memiliki beberapa titik penjualan di Jabodetabek dan memiliki sistem agar konsumen dapat mengembalikan kemasan produk yang dibeli agar dapat dipakai ulang. 

Harapannya, dengan adanya Reuse Tour ini, dapat menginspirasi perluasan gerakan guna ulang untuk menjadikan norma baru dan tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di seluruh Asia dan sekitarnya. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan Froilan Grate selaku GAIA Asia Pacific Regional Coordinator. “I really inspired with what we’re seeing here with the reuse business in Indonesia. We know reuse is happening in many places, but what I love the most about reuse here is that we’re seeing the result of collaboration between civil society organizations, social enterprises and startups, the government and businesses. We’re seeing what could be possible if only we put our heads together and elevate the solutions that we are seeing on the ground and make sure that we have a full system that involves everyone and benefits everyone. That is the beauty of the reuse tour here in Indonesia.”

 

Info lebih lanjut:

Tentang Dietplastik Indonesia

Dietplastik Indonesia (dh. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik) merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada advokasi kebijakan pengurangan sampah plastik sekali pakai di Indonesia. Dietplastik Indonesia berhasil mendorong lebih dari 100 daerah untuk melarang penggunaan plastik sekali pakai setelah menginisiasi uji coba “Kantong Plastik Tidak Gratis” pada tahun 2016 bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dietplastik Indonesia bekerjasama dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat dalam menjalankan upaya pengurangan sampah yang solutif dan berdampak. Program unggulan yang dilakukan Dietplastik Indonesia terkait pengurangan sampah antara lain Pasar Bebas Plastik dan Gerakan Guna Ulang Jakarta. Berbagai penghargaan diperoleh Dietplastik Indonesia atas apa yang telah dilakukan dan diliput dalam dua film dokumenter, yaitu The Story of Plastic (2019) yang telah memenangkan Emmy Awards dan Pulau Plastik (2021).

E-mail: contact@plasticdiet.id

Kontak Media: Renata Vania +628112441901

 

Tentang GAIA Asia Pacific

GAIA is a network of grassroots groups as well as national and regional alliances representing more than 1000 organizations from 92 countries. With our work we aim to catalyze a global shift towards environmental justice by strengthening grassroots social movements that advance solutions to waste and pollution. We envision a just, Zero Waste world built on respect for ecological limits and community rights, where people are free from the burden of toxic pollution, and resources are sustainably conserved, not burned or dumped. www.no-burn.org

Media contact: Sonia G. Astudillo, Senior Communications Officer | +63 9175969286 | sonia@no-burn.org

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).