,

Netizen Kampanye Bahaya Sampah Plastik Lewat #Pay4Plastic

Sampah adalah hal yang paling meresahkan saat ini. Apalagi, sampah yang berupa sampah plastik. Plastik merupakan sampah yang paling berbahaya karena hasil dari daur ulang. Diantara sampah plastik, kantong plastik yang terbanyak menyumbang kerusakan buat lingkungan.

Hal inilah yang menggerakkan sekumpulan orang yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). GIDKP telah mengencarkan petisi ‘Pay For Plastic’ sejak tahun 2013. Sudah sering kita melihat sampah plastik berserakan dimana- mana. Sampah plastik adalah sampah yang paling sulit duiraikan. Sekedar informasi, Indonesia masuk peringkat 2 terbesar sebagai negara dengan pembuang sampah plastik ke laut.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia pun memeberikan tanggapan positif akan gerakan ini. KLHK beberapa waktu lalu menerbitkan surat edaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya nomor SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Ritel Modern.

Mengikuti surat edaran tersebut, KLHK akan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar yang diluncurkan bertepatan pada Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2016 mendatang di 17 kota besar.

Pantauan redaksi Eveline, muncul hashtag #Pay4Plastic yang isinya berupa kampanye akan bahaya sampah plastik. Hari ini (4/2) juga diadakan acara FGD ‘Pay For Plastic’ di Hotel Park, Bandung. Hahstag #Pay4Plastic ini paling banyak dicuitkan oleh akun @greenerationid. Berikut beberapa kutipan tweetnya. “22 Kota di Indonesia siap mendukung & menerapkan uji coba regulasi Plastik Berbayar. Ayo dukung #Pay4Plastic !!!”. “Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah, & B3-Bpk.Agus jg turut berpartisipasi membuka #keGIatan FGD #Pay4Plastic pgi ini”.

Pengguna twitter lainnya pun ikut berkampanye dengan memakai hashtag tersebut. “Tuh terpaksa hrs dibikin #Pay4Plastic supaya konsumen sadar. Gak ngambil kresek lalu dibuang di dpn tmpt sampahnya”, cuit akun @kakaktian.

Seperti dikutip @greenerationid, Sekitar 80% sampah di lautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik. Sebanyak 9,85 Milyar sampah kantong plastik dihasilkan dalam 1 tahun dan mencemari lingkungan selama 400 tahun. Jadi, apakah anda akan mendukung langkah pemerintah dan GIDKP dalam penerapan sampah kantong plastik ini?

 

Artikel didapat dari Eveline.co.id yang bisa dibaca di sini

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).