Envirochallenge 2017 Kembali Digelar

Envirochallenge adalah sebuah program kompetisi yang digagas oleh Pusat Kebudayaan Amerika Serika di Indonesia, @america dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik sejak tahun 2016. Program ini mendorong siswa-siswi sekolah menegah atas/ sederajat untuk memulai dan menjalankan inisiatif dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup yang dimulai dari sekolah masing-masing.

Envirochallenge tahun 2016 berhasil diselenggarakan. Sebanyak 7 sekolah menengah atas di DKI Jakarta dan Banten berpartisipasi untuk memperebutkan hadiah senilai 15 juta rupiah untuk 3 sekolah. 7 sekolah tersebut diantaranya : SMA Perguruan Cikini, SMA Diponegoro 1 Jakarta, SMAN 2 Jakarta, SMAN 58 Jakarta, SMA Insan Cendikia Madani, SMAN 8 Tangerang Selatan, SMAN 2 Tangerang Selatan. Tiap-tiap sekolah mendelegasikan satu tim yang terdiri dari 20 orang untuk berkompetisi dalam program ini.

Serangkaian kegiatan harus diikuti oleh seluruh peserta kompetisi. Rangkaian aktivitas pertama yang dilakukan adalah school workshop yang berlangsung dari 22 Agustus-1 September 2016. Dalam aktivitas ini, peserta diberikan materi-materi penting mengenai isu lingkungan, aktivasi media sosial dan bagaimana cara membuat proposal. Organisasi-organisasi yang terlibat dan berperan sebagai mentor yaitu Si Dalang (Kreasi Daur Ulang), Kebon Belajar, Save Sharks dan Hutan Itu Indonesia. Selanjutnya, mereka diberikan tugas untuk merancang sebuah program lingkungan yang harus diimplementasikan di sekolah mereka.

Selama 1 minggu dari school workshop, mereka diberikan kesempatan untuk membuat sebuah proposal kegiatan. Setelahnya, mereka berkesempatan untuk melakukan presentasi dari proposal kegiatan yang sudah dibuat pada pitching day di @america, Pasific Place, Rabu, 7 September 2016. Dewan juri terdiri dari Nadia Mulya (presenter dan penulis buku), Sarah Loss Mathur (US Embassy) dan Dithi Sofia (Putri Bahari Indonesia 2012). Dari seluruh peserta yang presentasi, akhirnya dipilih 3 sekolah dengan program terbaik sesuai penilaian dewan juri, yaitu SMAN 2 Jakarta, SMA Insan Cendikia Madani dan SMAN 8 Tangerang Selatan.

IMG_20160907_160411 - Copy

Para pemenang Envirochallenge 2016 bersama dewan juri

Tiga sekolah terbaik berhak mendapatkan dana masing-masing 5 juta rupiah yang digunakan untuk implementasi program. Selama 2 bulan, tiga sekolah tersebut mendapatkan fasilitas mentor visit di mana mereka akan dikunjungi oleh pementor untuk melihat sejauh mana proyek mereka dapat dilaksanakan. Para siswa-siswi dipersilakan untuk melakukan konsultasi mengenai tantangan dan hambatan selama proses implementasi.

Rangkaian program Envirochallenge ditutup dengan diselenggarakannya Envirchallenge Day pada 19 November 2016 di mana siswa-siswi dari 3 sekolah terpilih hadir dan melakukan presentasi untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan proyek di sekolah masing-masing. Pada acara ini juga diisi dengan gelar wicara bersama Riyanni Djangkaru (aktivis dan presenter), Rika Anggraini (The Body Shop Indonesia) dan Hana Surya (Threadapeutic).

Kesuksesan pelaksanaan Envirochallenge tahun 2016 mendorong @america dan GIDKP untuk kembali menyelenggarakan acara serupa pada tahun 2017. Untuk tahun ini, Envirochallenge mengangkat tema yang berbeda yang mana akan mendukung dilaksanakannya SDGs nomor 12 mengenai Responsible Consumption dan nomor 14 mengenai Life Below Water. Tema tersebut diambil karena sesuai dengan permasalahan sampah plastik di laut yang semakin memprihatinkan dan membutuhkan solusi untuk menyelesaikannya.

Program Envirochallenge 2017 memiliki tujuan yaitu, (1) memperkuat kesadartahuan siswa-siswi terhadap isu permasalahan lingkungan hidup dan mendorong siswa agar bisa membuat implementasi program yang inovatif dengan permasalahan tersebut; (2) mendorong siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis terkait dampak hulu dan hilir dari polusi plastik; (3) Menyebarluaskan pemahaman lebih mendalam mengenai SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan #12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan #14 mengenai Ekosistem Laut; (4) Mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat menjadi agen perubahan; (5) Mengembangkan keterikatan kemitraan @america kepada kelompok masyarakat.

Hasil akhir dari Envirochallenge ini adalah bahwa siswa diharapkan mampu menghasilkan solusi atas isu-isu lingkungan di sekolah masing-masing, siswa mampu menyusun sebuah proposal ide secara mendalam, siswa mampu melakukan implementasi dari proposal yang sudah dibuat dan siswa mampu memahami maksud Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari karya yang sudah dirancang.

Proses pendaftaran sekolah dibuka sampai pertengahan Agustus 2017. Selanjutnya akan dilakukan seleksi sekolah mana saja yang berhasil masuk ke dalam 7 besar dan berhak mengikuti serangkaian program #Envirochallenge 2017.

 

IMG_20170808_101950_466

 

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).