Diet Kantong Plastik Saat Ramadan

Ramadhan… Bulan penuh berkah… Bulan penuh ampunan… Tentunya bulan penuh makanan dan minuman… Hihihihi… Ya, sepanjang jalan banyak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman yang menggoda apabila dijajakan saat siang hari dan matahari sedang teriknya. Saat Ramadhan ini kegiatan yang paling nge-hits, yaitu bukber alias buka puasa bersama atau buka puasa bareng. Hampir semua kalangan lapisan masyarakat kita ini melakukan acara bukber tersebut.

 

Bukber seru yang baru saya ikuti pada tanggal 26 Juni 2015 lalu di Bumi Panda WWF Indonesia merupakan kerjasama dengan GIDKP. “Bukan Buka Puasa Biasa” merupakan tagline dari acara bukber tersebut. Ngabuburit di acara tersebut dilakukan dengan menonton film “Samin VS Semen”, film mengenai bagaimana penduduk lokal Samin berjuang keras untuk mempertahankan kearifan lokal, dengan sikap “Sedulur Sikep”, mereka menentang industri pabrik semen yang akan masuk ke desa mereka. Selain menonton, kegiatan lainnya adalah diskusi mengenai sampah atau persampahan. Sebelum diskusi dilakukan ada pemaparan mengenai Diet Kantong Plastik yang disampaikan oleh Koordinator Bandung Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), yaitu Adisa Soedarso dan pemaparan mengenai Bumi Panda oleh Sani. Puncak acaranya, yaitu buka puasa. Di sini, konsep diet kantong plastik dilakukan. Makanan dan minuman yang disajikan tidak menggunakan plastik (yang meskipun beberapa kue seperti kue talam dan ketan yang dibungkus plastik, mungkin yang membeli kue tidak tahu atau khilaf bahwa kuenya untuk acara Diet Kantong Plastik). Eh, tapi diet itu mengurangi bukan tidak menggunakan sama sekali.

 

Acara bukber keren dan seru banget yang saya ikuti lagi, yaitu acara yang diselenggarakan oleh HiLo Green Community (HGC) Bandung di Booster Society Café yang bertemakan “NGABUBURIT HIJAU”. Serangkaian acara dikemas dengan sangat baik oleh komunitas tersebut, acara yang terdiri dari membatik di reusable bag, presentasi dan talkshow mengenai HiLo Green Leader oleh HiLo Green Ambassador 2014, pemaparan mengenai Sekolah Hijau Lestari oleh Bu Prapti (Pendiri Sekolah Hijau Lestari), Kuis Are You Smarter Than 8 Grader (kuis mengenai pengetahuan lingkungan), Penampilan apik dan keren dari TEATER JEBEW SMA 8 Bandung yang bertajuk Kabaret Hijau, serta workshop recycle plastik oleh Sekolah Hijau Lestari. Mana nih diet kantong plastiknya? Seperti biasa diet kantong plastiknya dilakukan dengan menyajikan makanan dan minuman tanpa menggunakan plastik, jadi acara makan dilakukan secara parasmanan, peserta yang hadir pun diminta untuk membawa tumbler dan dinner box sendiri. Meskipun ternyata panitia telah menyediakan gelas dan piring. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai komunitas diantaranya Earth Hour, Gramuda Sabudarta Indonesia, U-Green ITB, dan lain-lain.

 

Untuk diet kantong plastik yang saya lakukan sendiri selama Ramadhan, yaitu saya selalu membawa reusable bag setiap hari sehingga kalau saya jajan, membeli tajil, makanan dan minuman untuk berbuka, belanjaan saya tersebut saya masukkan ke reusable bag yang saya bawa, setidaknya meskipun ada plastik yang masih saya gunakan tapi jumlahnya menjadi berkurang.

 

Sekian kegiatan dan ber-diet kantong plastik yang saya lakukan selama Ramadhan. Semoga Ramadhan ini membuat kita semua menjadi pribadi yang lebih beriman dan bertaqwa serta lebih mencintai lingkungannya. (IP)

 

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).