,

5 Fakta Diet Kantong Plastik Agar Tak Lagi Boros Keresek Saat Belanja

Jangan lupa membawa kantong serbaguna berbahan non-plastik yang bisa dipakai berulang kali (reuseable) saat berbelanja. Dengan begitu Anda turut menjaga kelestarian lingkungan.

Anjuran diet kantong plastik semakin didengungkan sejak kantong plastik dihargai Rp200 rupiah di minimarket. Apa sih pentingnya diet kantong plastik?

1. 5 Miliar Kantong Plastik per Tahun

Sampah plastik semakin merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat dunia. Beberapa sumber menyebutkan, sampah plastik yang mengambang di utara Samudera Pasifik berkembang 100 kali lipat selama 40 tahun terakhir. Dan tercatat ada 500 miliar kantong plastik yang digunakan per tahunnya di seluruh dunia.

Wahh, terbayang dong bagaimana kumpulan sampah yang terkumpul di Samudera Pasifik sekarang ini?

BACA: Tutorial Membuat Tas Belanjaan Go Green

2. Perlu 100 Tahun untuk Terurai

Semangat diet kantong plastik harusnya semakin besar ketika kita tahu bahwa sampah plastik membutuhkan waktu 100 tahun lebih untuk bisa terurai. Dan selama proses penguraian, beragam zat kimia yang ada di dalam kantong plastik bisa mencemari tanah.

3. Sebabkan Kanker

Lantas, mengapa tidak dibakar saja bila terlalu lama menunggunya terurai? Jangan salah. Jika dibakar, asap dan sampah pembakarannya juga mengandung racun kimia berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan dan kanker paru-paru.

4. Kurangi 70% Sampah Plastik

Bisakah Indonesia menghemat plastik dan mengurangi sampah plastik? Kenapa tidak?

Beragam kebijakan yang ditempuh oleh negara-negara di dunia untuk mengurangi sampah plastik pun banyak yang berhasil, kok. Wales, Inggris berhasil mengurangi sampah plastik sebanyak 71% dan Washington DC, AS berhasil mengurangi 78% sampah plastik dengan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar selama setahun.

BACA: Inovasi Mengolah Sampah

5. Indonesia Paling Banyak ke-2

Ternyata, Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut nomor 2 di dunia! Indonesia juga menggunakan 100 miliar kantong plastik setiap tahunnya. Makanya, ini alasan untuk kita mulai Diet Kantong Plastik. Makanya diterapkanlah kebijakan kantong plastik berbayar yang berlaku di hypermarket, supermarket, dan minimarket di beberapa daerah mulai 21 Februari 2016.

Meski kebijakan uji coba ini masih menuai pro dan kontra, semangat untuk melestarikan lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik patut didukung. Salah satu cara yang mudah adalah dengan membawa tas serbaguna berbahan non-plastik ketika berbelanja.

Bagaimana dengan Anda, sudahkah mulai Diet Kantong Plastik?

 

Artikel di atas dapat dibaca di Tabloid Nova di sini

Bagikan

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).