PROYEK MERIT

Proyek MERIT

Proyek MERIT adalah kolaborasi program oleh Dietplastik Indonesia, Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) Bandung, dan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup PPLH Bali yang mengembangkan metode pengawasan kinerja metana tempat pemrosesan akhir (TPA) secara kredibel dan berbasis sains. Program ini diiringi dengan pendampingan kepada Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kapasitas dalam melakukan pemantauan untuk perencanaan, pengelolaan, pengawasan, penegakan, dan pelaporan kinerja TPA tersebut.

Lokasi program ini dilakukan di Provinsi Jakarta (TPST Bantar Gebang), Jawa Barat (TPPAS Sarimukti), dan Bali (TPA Suwung). Proyek MERIT merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang menghitung emisi metana di tiga TPA tingkat provinsi menggunakan metode Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Tier 2 dengan verifikasi pengukuran menggunakan alat Closed Flux Chamber (CFC).

Proyek MERIT ditujukan untuk dapat menghasilkan bukti ilmiah untuk pencegahan emisi metana dan memfasilitasi pengambilan keputusan kebijakan yang memadai dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Proyek MERIT didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan merupakan bagian dari program Global Methane Hub – sebuah program pendanaan global untuk mitigasi metana dalam sektor energi, pertanian, dan persampahan.

Unduh dokumen Policy Brief MERIT: https://drive.google.com/drive/folders/1TkxOFSTXdJOIIhuN2rD2jxRbSVitAGHx

YouTube: https://youtu.be/0WvPpLiIlZ8?si=wOjAlFoSgJOeWphM

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza has led Diet Plastik Indonesia, and co-founded it, since 2013. She feels grateful that the environmental law knowledge she learned in college can be used to make changes. In her spare time, Tiza enjoys making doll houses out of cardboard for her children and doing water sports. Tiza is an alumna of the Faculty of Law, University of Indonesia (2002) and Harvard Law School (2010).

Tiza Mafira

Executive DirEctor

Tiza memimpin Dietplastik Indonesa, dan turut mendirikannya, sejak 2013. Ia merasa bersyukur ilmu hukum lingkungan yang dipelajarinya ketika kuliah dapat digunakan untuk membuat perubahan. Pada waktu senggang, Tiza senang membuat rumah boneka dari kardus untuk anak-anaknya dan melakukan olahraga air. Tiza adalah alumna Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2002) dan Harvard Law School (2010).