Laporan ini disusun oleh Dietplastik Indonesia bersama sejumlah organisasi anggota Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitas monitoring dan evaluasi (monev) kebijakan pembatasan plastik sekali pakai (PSP), serta kesenjangan antara desain kebijakan dan praktik implementasinya di tingkat daerah. Analisis dilakukan melalui telaah terhadap 101 peraturan pembatasan PSP, survei pada 30 Dinas Lingkungan Hidup terkait pelaksanaan monev, serta uji coba dan perbandingan metode monev di empat daerah studi kasus: DKI Jakarta, Kota Bogor, Provinsi Bali, dan Kota Kediri. Temuan dari ketiga pendekatan ini digunakan untuk merumuskan pembelajaran dan rekomendasi penguatan desain kebijakan dan monev yang lebih kontekstual dan aplikatif.







